Home Berita

Hak Anak Sesuai Amanat Konvensi PBB

wadahguru.com Eglantine Jebb, adalah perempuan asal Inggris lulusan Lady Margaret Hall, Oxford, yang membuat draft awal tentang 10 hak-hak anak. Sebagai pendiri organisasi nirlaba internasional Save The Children, terdorong membuatnya karena menyaksikan langsung penderitaan anak-anak seusai Perang Dunia Ke-1. Tahun 1923, ia mengusulkan draft deklarasi Hak-hak anak ke Liga Bangsa-Bangsa di Genewa. Tahun 1954, PBB mengumumkan tentang Hak-hak Anak. Baru pada tahun 1989 hal itu disyahkan sebagai Konvensi Hak-hak Anak. Pemerintah Republik Indonesia, melalui Keputusan Presiden No.36/1990 tanggal 28 Agustus 1990 mengakui Hak-hak anak tersebut. Apa saja hak-haknya yaitu:


Hak Anak Sesuai Amanat Konvensi PBB


1. Hak mendapatkan nama atau identitas


Sebuah permulaan yang baik jika sejak hamil Bunda dan pasangan sudah menyiapkan nama pilihan. Namun untuk memastikan nama itu menjadi dokumen Negara, Anda perlu:



  • Menyiapkan data Anda berdua seperti KTP, Surat Nikah dan Kartu Keluarga untuk kepentingan pembuatan akte kelahiran.

  • Menentukan siapa yang akan mengurus akte kelahiran, pihak rumah sakit atau Anda sendiri.

  • Mendaftarkan anak ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga.

  • Pastikan nama anak tertulis dengan benar di akte lahir dan kartu keluarga. Penulisan yang berbeda meskipun satu huruf, bisa memunculkan masalah di kemudian hari contohnya ijazah kelak jika anak sekolah.


2. Hak untuk memiliki kewarganegaraan


Sebagai warga negara kita harus patuh kepada hukum dimana kita tinggal. Dengan akte kelahiran, anak akan memperoleh haknya mendapat Kartu Identitas Anak yaitu identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah. Dan Kartu Tanda Penduduk Indonesia ketika dewasa kelak, dan juga paspor. Kecuali bagi anak dengan orangtua berkebangsaan Indonesia yang lahir di Amerika Serikat, misalnya. Sebab ia berhak untuk mendapatkan status kewarganegaraan ganda terbatas, hingga ia berusia 18 tahun dan anak harus memilih satu kewarganegaraan saja.


3. Hak memperoleh perlindungan


Anak laki-laki maupun perempuan berhak dilindungi dari segala macam bentuk kekerasan fisik dan psikis dan perlakuan yang merugikan anak. Untuk itu Anda: Tidak melakukan kekerasan seperti memaki dengan kata-kata kotor, menampar atau melempar, memastikan orang-orang di sekitar anak seperti keluarga, Asisten Rumah Tangga, supir, dan guru, ikut bertanggung jawab terhadap keselamatan anak, mengecek tubuhnya untuk memastikan ada tidaknya memar atau luka di tubuhnya, agar bisa mengantisipasi dini jika ditemukan sesuatu yang mencurigakan, mengawasinya saat Anda mengajaknya ke mal dan jalan-jalan di luar rumah, dan selama berada di mal atau tempat rekreasi.


 4. Hak memperoleh makanan


Untuk dapat tumbuh dan berkembang, anak membutuhkan makanan dengan kualitas gizi yang baik. Salah satu contohnya adalah memberi bayi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Selanjutnya Anda perlu memastikan balita mengonsumsi makanan yang baik, antara lain: Memberinya Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah usia 6 bulan. Mengenalkan aneka jenis makanan aneka sumber karbohidrat, sayur, buah, protein dan sebagainya. Tidak terlalu sering memberinya makanan yang tinggi kalori seperti aneka keripik dan makanan cepat saji.


5. Hak atas kesehatan


Hal mendasar dan pokok untuk membuatnya sehat adalah memberinya makanan layak, menyiapkan lingkungan bersih, membiasakan mandi dan mencuci tangan setiap hari, dan memberi pakaian yang layak dan bersih. Hal lain yang perlu Anda lakukan adalah: Memberinya vaksinasi lengkap agar ia terhindari dari berbagai macam penyakit, Melatihnya menggosok gigi dan memeriksakan gigi secara rutin, Membawanya ke dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan perawatan jika sakit, Mengenalkannya pada aktivitas olahraga untuk melatihnya bergerak dan terhindari dari obesitas.


Hak Anak Sesuai Amanat Konvensi PBB


6. Hak rekreasi


Rekreasi tidak harus berarti pergi ke tempat wisata. Tapi dengan dana dan tidak memaksakan diri, Anda tentu bisa merencanakan rekreasi secara lebih seru, ke tempat yang jauh. Namun intinya adalah mengajak anak melakukan hal menyenangkan yang berbeda. Anda bisa mengajak anak: Piknik dengan membawa bekal makanan kesukaan balita Anda dari rumah yang mudah dibawa dan dimakan. Lalu makan di taman dekat rumah, atau bahkan di halaman rumah. Mengunjungi kebun binatang, pantai, taman bunga dan museum,  Jalan-jalan ke pasar tradisional dan ajak anak mencoba makanan pasar, Menonton film yang sesuai dengan usianya, ke sawah atau berkebun untuk mengenalkan tentang hasil-hasil pertanian.


 adalah perempuan asal Inggris lulusan Lady Margaret Hall Hak Anak Sesuai Amanat Konvensi PBB
wadahguru.com Hak Anak Sesuai Amanat Konvensi PBB

7. Hak mendapatkan pendidikan


Kedua orangtua adalah pendidik pertama bagi anak. Apa yang ia dengar, lihat, dan rasakan di rumah, bisa memengaruhi cara pandangnya kelak. Sebab itu sejak dini Anda perlu:

Mengenalkannya mana yang baik dan buruk serta dampaknya. Misalnya bahwa mencuri itu adalah perbuatan buruk, dan menyingkirkan dahan dari jalan itu perbuatan baik.

Membiasakan hidup disiplin dan bertanggung jawab dengan membiasakannya membereskan kamar dan barang-barang miliknya. Mendengarkan saat ia bicara dan menjawab saat ia bertanya, agar rasa ingin tahu dan kreativitasnya berkembang. Mendaftarkannya ke sekolah yang sesuai dengan usianya.


8. Hak bermain


Sebagai orang tua bisa kita bayangkan jika anak yang tak pernah memiliki kesempatan untuk bermain? Ia tentu akan murung, minder  atau keadaan dimana seseorang merasa tidak lebih baik daripada orang lain. Bagaimana pun bermain adalah dunia anak. Lewat bermain, anak belajar tentang dunia di sekitarnya. Untuk menunjang aktivitas bermainnya, Anda perlu: Mengajaknya bermain sesuai dengan usia dan tumbuh kembangnya. Memberinya mainan yang tidak berbahaya bagi anak contonya tidak runcing ujungnya, dan tidak menggunakan bahan-bahan yang membahayakan berupa api pisau dan lain-lain. Memilihkan permainan yang edukatif di gadget, tetapi harus membatasi waktu bermainnya.


9. Hak untuk berperan dalam pembangunan


Dengan cara yang lebih sederhana, sejak dini Anda sudah bisa mengenalkan pengetahuan tentang menjadi warga negara yang baik, sebagai bekal agar ia kelak ikut terdorong untuk terlibat dalam pembangunan. Anda bisa memulainya dengan mengajak;  Menjaga kebersihan dengan selalu membuang sampah pada tempatnya.  Menonton karnaval yang berkaitan dengan hari besar, seperti 17 Agustus. Mengenalkan nama-nama pahlawan, Presiden Republik Indonesia.


10. Hak untuk mendapatkan kesamaan


Setiap anak, apa pun jenis kelaminnya. dari keluarga miskin atau kaya, dari suku manapun, normal atau berkebutuhan khusus, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Hak untuk mendapat kesamaan ini berhubungan dengan ke-9 hak anak lainnya yang disebutkan di atas (hak mendapatkan identitas, kewarganegaraan, pendidikan, makan, bermain, rekreasi, kesehatan, memperoleh perlindungan dan hak untuk berperan dalam pembangunan). Kesemua itu adalah hak anak yang wajib diberikan tanpa membeda-bedakan anak satu dengan anak lainnya.


Hak Anak Sesuai Amanat Konvensi PBB


Dari kesemua itu yang paling penting adalah hak mendapatkan pendidikan agama. Dikarenakan Pendidikan agama merupakan pendidikan dasar untuk anak. Karena jika anak di tanamkan pendidikan agama sejak usia dini, maka pendidikan umum yang lainnya juga akan mengikuti pendidikan agama. Pendidikan agama adalah pendidikan yang di dalamnya terdapat pengetahuan yang dapat membentuk kepribadian dan sikap seorang anak. Tujuan diberikanya pendidikan agama kepada anak sejak kecil yaitu agar anak dapat tersebut tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang memiliki karakter yang baik sejak usia dini.


Sumber: Tabloid Ayah Bunda



Sumber https://soalterbaru.com/

Baca juga :

No comments:

Post a Comment

to Top
close